Month: October 2015

Rokok; Kebahagiaan yang Tidak Umum

Jawaban seorang yang begitu Saya hormati, menyoal kebiasaanya merokok:

Aku ga tau gimana caranya untuk membela diri dalam masalah rokok ini.
Kalo pun aku bilang merokok teh adalah salah satu “kebutuhan” hidup aku, kamu pasti akan sulit mempercayainya.
Iya, dari segi kesehatan, memang tidak ada untungnya sama sekali. Tapi, bisakah kamu lebih sedikit memikirkan sisi diri aku yang lainnya? yang bukan melulu soal “raga” dengan segala tektek bengek di dalamnya itu?
ada kebahagiaan tersendiri, kesenangan tersendiri ketika aku merokok. Kebahagiaan, kesenangan yang mungkin sulit diterima oleh kamu atau siapapun orang di dunia ini yang tidak merokok, komo ku (Apalagi Oleh) tukang (Aktivis; Orang yang melakukan..) kampanye anti-rokok mah. Kebahagiaan, kesenangan yang mungkin sebegitu absurdnya sehingga tidak bisa dianggap sebagai suatu bentuk “kesenangan/kebahagiaan”, da tidak umum.

Maka, bolehkah Aku di sini memberi tanggapan atas jawaban tersebut?

Bapak, Ibu, Teteh, Aa, siapapun yang merasa dirinya merokok dan mungkin mengamini kalimat di atas… Maaf untuk tidak memahami “sisi lain” yang bukan “raga” dengan segala tektek bengek di dalamnya itu. Bahwa Aku, sebagai orang yang bukan perokok tapi bukan pula seorang yang anti rokok, melihat dari “sisi lain” juga.

Jika mengesampingkan efek kesehatan tentunya Aku di sini menjadi pemegang medali kemenangan.

Tapi toh nyatanya para perokok tau akibat apa yang didapatkan jika tetap merokok, maka rasanya percuma membahas dampak buruk dari merokok itu sendiri.

Kemudian, “Kesenangan” apa yang rupanya didapatkan dari para perokok yang tidak akan pernah kami mengerti karena bukan perokok? Justru ada pertanyaan yang muncul, yakinkah bahwa itu menyenangkan atau justru hanya candu semata? yang nyatanya zat yang terkandung pada rokok memang mengakibatkan efek candu bagi penikmatnya.

Satu pertanyaan lagi, jika kini kau memiliki aku sebagai seorang yang mendampingimu, adakah canduku tak sekuat rokokmu?

Mereka Sebut Ini JATUH HATI

3471p_0c_2bAda ruang hatiku yang kau temukan
Sempat aku lupakan kini kau sentuh
Aku bukan jatuh cinta namun aku jatuh hati

Ku terpikat pada tuturmu, aku tersihir jiwamu
Terkagum pada pandangmu, caramu melihat dunia
Kuharap kau tahu bahwa ku terinspirasi hatimu
Ku tak harus memilikimu, tapi bolehkah ku selalu di dekatmu?

Katanya cinta, memang banyak bentuknya
Ku tahu pasti sungguh aku jatuh hati

Dipopulerkan oleh Raisa Adriana