Tolong

Kurasa kita sudah saling mempengaruhi. Bagaimana menurutmu?

Menunjukan emosi yang sedang kau rasakan dengan berdiam diri. Hanya berucap ketika menjawab pertanyaan tidak pentingku. Tidak hanya itu, wajahmu kau tekuk—tanda menahan kesal atau amarah atau entah apa itu, yang kuketahui hanya bahwa kau tidak sedang memiliki perasaan bahagia. Apa ini semua kesalahanku?

Kau adalah sosok yang dari awal hingga beberapa menit yang lalu aku anggap sebagai manusia penyabar. Apapun yang menimpa diri dan hatimu kau begitu lihai menyimpannya. Bagaimana dengan sekarang? Kau mulai merajuk, memperlihatkan apa yang kau rasa dan si manusia penyabar pun menghilang.

Ini bukan hal buruk tentu saja, semua orang berhak untuk menunjukan perasaannya, apalagi rasa kesal yang tentu saja sulit untuk dilawan. Kau, kini menjadi manusia seutuhnya. Dengan segala emosi yang mempengaruhimu. Selamat datang!

***

Di sini aku ketakutan, merasa begitu tak berguna dan tak siap untuk kehilangan.

***

Beri aku makian, tamparan, atau jika perlu pukul aku sekeras mungkin. Tapi jangan pernah berdiam diri seperti ini. Itu jauh lebih menyiksa. Aku takkan sanggup. Aku mohon.

Inga Kananga

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s