Month: February 2014

BAHAGIA DAN KENYANG

ImageBahagianya hari ini, Nus.

Semenjak pagi tadi, saat aku baru saja membuka mata, meski masih berat dan rasa kantuk masih menjeratku untuk tetap bertahan di kasur empukku.. hatiku sudah memberikan seberkah cahaya kebahagiaan. Aneh sekali.
Semua yang kulakukan menjadi lebih ringan dan menyenangkan. Bahkan tak kudengar gerutu ataupun keluhan Ibu yang tidak mungkin tidak ada pada setiap paginya. Atau mungkin tidak terdengar. Entahlah.
Kurasa memang tidak, karena sepanjang jalan semua orang seperti tersenyum manis kepadaku, beberapa menjabat tangan, dan beberapa lagi memelukku. Ada apa sebenarnya ya?

Kalender! Hal pertama yang langsung kuperiksa demi menemukan apa yang sebenarnya terjadi di hari ini. Tapi tidak ada yang istimewa, hari ini bukan hari ulang tahunku, bukan hari raya, bukan hari libur, juga bukan hari spesial lainnya.
Membingungkan sekali, aku cukup lelah memikirkannya, itu membuatku pusing. Kemudian aku tidak lagi memikirkannya karena tak mau mengganggu kebahagiaan yang datang secara tiba-tiba ini. Cukup dirasakan saja, nikmati, sebelum ada hal yang membuatnya berakhir, begitu pikirku.

Kebahagiaan ini tidak berhenti sampai siang menjelang, buktinya menu makan siangku hari ini cukup mewah, dua macam daging dengan bumbu tradisional dan bumbu khas jepang.. Semuanya membuatku kekenyangan setelahnya, apalagi saladnya enak sekali. Oya, aku sangat menyukai salad! Yummy!

Berarti kutemukan lagi berkat di hari ini, hatiku senang, perut pun kenyang. Tunggu dulu, bukan hanya makan siang yang mewah, malam ini pun ada jadwal makan-makan bersama teman-teman. Oh, betapa hari ini sungguh memanjakanku!

PS : Nikmatilah kebahagiaan sebelum kebahagiaan ini direnggut. Sepertinya itu cukup mewakilkan perasaanku. Benar kan, Nus?

Advertisements

ROBOT DAN KEPERCAYAAN

little-timmy--the-robot-karl-addisonHalo, Nus.

Beberapa jam lalu aku sempat bertukar pikiran dengan seorang teman lama. Oh, Aku begitu merindukannya! Meskipun tidak bertemu langsung, dan hanya melalui jejaring email, aku tetap merasakan intensitas antara kami berdua.
Banyak sekali hal yang ingin kuceritakan padanya, tapi jariku tak mampu menuliskannya, alhasil dia tidak akan pernah tahu. Tak mengapa, aku tetap memiliku kan, Nus?

Aku masih merasa kesulitan untuk bercerita, kepada siapapun. Tak pernah mereka tahu setiap detail masalahku, mereka hanya mampu menerka dari raut wajahku yang mereka bilang sulit terbaca. Aku tak mudah percaya, apakah itu salah? Semoga tidak.
Memang tidak mudah memberikan kepercayaan terhadap seseorang, beberapa kali aku merasakan dikecewakan, dan aku tak mau lagi sembarang percaya, karena itu sakit. Sakit sekali. Belum lagi menyembuhkannya butuh waktu yang lama, aku tidak mau merasakannya lagi. Sudah cukup.

Kini yang kulakukan hanya bercerita hal-hal umum, yang membosankan, dan tidak membuat hatiku lega. Setidaknya aku tidak harus menjadi robot yang hanya bisa diam. Lagipula tidak sopan jika seorang bercerita terhadap kita, sedangkan kita tidak memberikan feedback yang baik, ya–seperti berbagi cerita kita terhadapnya.

Seandainya semua orang memiliki loyalitas untuk menyimpan baik setiap rahasia orang lain yang diceritakan, hidup pasti tentram. Seperti yang kuharapkan selama ini, sayangnya dunia tidak begitu.

PS : Aku percaya kamu, Nus.

MATAHARI DAN PENA

ImageÚgy érzem, így unatkozni, Nus.

Aku senang musik, layaknya kesenanganku akan menulis. Tapi dalam hal musik aku salah satu orang yang pilih-pilih, banyak orang bilang selera musikku kadang “kolot”. Ya, mau bagaimana lagi aku memang menyukai musik-musik di bawah era 60’s, mungkin juga karena daftar putar di laptop milikku yang terlalu banyak diisi oleh jazz, fbossanova, instrumental, dan klasik.

Bukan berarti aku tidak mau mendengar musik jaman sekarang, buktinya aku sedang keranjingan mendengarkan penyanyi satu ini. Aku benar-benar jatuh cinta! bukan karena dia seorang penyanyi Jazz, genre musik favoritku. Tapi karena setiap lirik dalam lagunya selalu mampu membuatku berpikir dua kali, menjamah arti dari kata per katanya. Kamu tahu? Jika itu sebuah lagu, sebelum menikmati musiknya, aku selalu memperhatikan liriknya, sering kali secara detail.

Selain liriknya yang membuatku sering kali merinding disko, musik yang disajikan pun tidak biasa. Seperti campuran musik pop, edm, bossa, dan tentu saja jazz, belum lagi versi akustik gitar maupun pianonya, Uhhh!! Kurasa tidak sekedar jatuh cinta, aku begitu tergila-gila.

“Lakukan yang kau suka, hidupmu bukan hidupnya”, “jangan risaukan celamu” begitu dalam lirik dari satu lagunya yang berjudul Lagu untuk Matahari di album keduanya–GAJAH. Kau mungkin akan menganggapnya biasa saja, tapi coba dengarkan keseluruhan lagu, jika kau adalah aku, kau harusnya tau apa yang membuatku terus memutar ulang lagu ini selama berhari-hari. Bagian terbaik dari lagu ini adalah ketika lirik ini disenandungkan….

“Buktikan sekarang! angkat penamu, tulis. Bila gemar menulis”

Selayaknya sebuah bom yang baru saja diluncurkan, kata-kata itu langsung membuatku kaku. Nus, lagu ini benar-benar diperuntukkan untukku. Aku yakin.
Selama mendengarkan lagu ini, otakku jadi lebih lancar mencari jalan menuju inspirasi, jemariku pun menjadi jauh lebih lincah dalam mengetikkan kata-kata untukmu. Ah! akan ku katakan lagi, AKU TERGILA-GILA dengannya. Silahkan mencari tahu siapa dia, dan selamat terkagum-kagum, Nus.

PS : Dia yang membuatku jatuh cinta, lagi dan lagi. Muhammad Tulus Rusydi.

Hunter and Farmer

hunter_farmer2jó reggelt, Nus..

Sudah lebih dari sepekan kelompok “master mind” tidak berkumpul, jangankan berkumpul, bertemu saja menjadi sulit rasanya. Apa itu kelompok master mind dan siapa saja anggotanya akan kuceritkan sekarang..

Master mind adalah kelompok kecil yang memiliki satu visi yang sebagai anggotanya kita harus saling membantu untuk mencapai visi tersebut. Saat ku bilang kecil, itu berarti memang kecil, karena hanya beranggotakan 4 orang. Terdiri dari 2 Hunter, dan 2 Farmer.
Hunter? Farmer? Ya, tapi bukan secara harfiah. Kami tidak memburu binatang, juga tidak memanen di ladang, tapi kami tetap memburu dan memanen meski untuk hal yang lain.

Lebih dari itu, kami bukan sekedar kelompok, kami juga keluarga. Kami berbagi ilmu, berbagi rasa, dan berbagi kepercayaan. Itu tiga hal yang menyatukkan kami. Hebat bukan?

Siapa saja anggota master mind? Tadaaaaa!!!

MS, satu-satunya pria di kelompok ini, yang paling bijaksana dan paling bisa diandalkan. Menjadi ketua, guru, ayah, kakak, sekaligus sahabat kami. Sering sekali memberikan jurus-jurus jitu dalam menangani setiap masalah yang kami hadapi, terutama masalah pikiran dan hati. Dia salah satu idolaku, Nus!! Dia seorang Hunter.
MM, gadis kecil yang periang dan ceria tapi sering kali bertindak menyebalkan. Dia salah satu yang sulit mengontrol emosi, meledak-ledak kapanpun dia mau. Berkicau bagai kenari di manapun dia berada. Berisik sekali. Tapi untuk masalah pribadi dia justru yang paling tertutup. Aneh bukan? Tapi aku begitu menyayanginya. Sahabatku ini seorang Proffesional Farmer.
FN, anggota kami yang paling muda, tapi memiliki badan yang lebih besar diantara gadis lainnya. Berhati besar juga, itu yang aku suka darinya. Dia selalu berpikiran logis, dan tidak mudah terpengaruh keadaan. Sayangnya, dia tidak lama lagi harus melepas master mind karena keperluan yang aku yakin jauh lebih penting untuknya. Dia seorang Junior Farmer.
Aku, Aku tidak bisa memberikan pendapat mengenai diriku sendiri karena bisa saja tidak sesuai dengan kenyataan. Aku seorang hunter, dan aku siap mengasah semua peralatan berburuku hingga setajam petir. Aku baru dalam dunia berburu, tapi aku yakin akan mampu memberikan yang terbaik untuk kelompok kecilku ini.

Diluar sudah tidak hujan, aku butuh udara segar. Sampai jumpa, Nus!

PS : MM dan FN sakit, Nus. Do’a kan mereka lekas sembuh ya!!

Kemarin dan Hari Ini

The Diary of Anne FrankHai Nus,

Kemarin aku membunuh pagi dengan membaca buku diary Anne Frank. Seorang gadis kecil Yahudi di jaman Perang Dunia ke II, bersembunyi selama bertahun-tahun di tempat yang sempit, yang sayangnya masih tetap tertangkap oleh tentara Jerman.
Dia sosok yang hebat! bukan hanya karena dia mampu bertahan dengan kondisi yang menghawatirkan, yang membuat merinding jika aku membayangkan hal itu terjadi padaku sendiri. Tapi juga karena tulisannya yang menakjubkan. Kamu tahu, diumurnya yang baru 12 saat itu dia sudah bisa menulis diary dengan tutur kata layaknya usia 19!!

Buku ini aku dapat pinjam dari seorang yang mengajarkanku banyak hal dalam waktu kurang dari satu minggu. Orang ini juga hebat, Nus. Sayangnya dia seorang perokok, aku tidak suka.

Kemarin aku tidak terlalu banyak berkegiatan, hanya sesekali mengelilingi komplek rumah untuk sekedar “cuci mata” karena aku merasa bosan jika hanya diam di rumah saja. Selama proses cuci mata itupun tidak banyak hal menarik yang aku temukan. Sayang Sekali.

Oya, hari ini aku tidak bisa bertemu dengan dua teman tersayangku. Mereka sama-sama mengalami ketidaknyamanan dalam badan mereka aka. Sakit. Sepi sekali tanpa mereka di sini, Aku rindu.
Semoga mereka lekas sehat ya, Nus.

Saat ini aku tidak terlalu ingin menulis panjang lebar, padahal kemarin aku semangat sekali.

PS : Saat ini aku sedang mendengarkan lagu klasik. Coba tebak apa lagu klasih favoritku?

Aku dan Cygnus

10_c868689f8d4d16b3abd0be1cb57f7fa22Halo Cygnus,

Kini kamu bukan hanya sekedar ‘blog’, tapi kamu sudah menjadi teman yang akan kubagi banyak cerita tentang kehidupanku. Mulai hari ini.
Kamu pasti bertanya, aku sudah memilikimu dari sejak beberapa tahun lalu, tapi mengapa baru sekarang aku mau berbagi kisah denganmu?
Mataku baru terbuka, nus.. Maaf ya.

Kamu tahu kan, Nus (Cygnus, dan bukan Neptunus seperti dewa laut yang jadi tempat curhat Kugy di buku Perahu Kertas).. dari dulu aku sudah senang menulis, meski tidak spektakuler seperti milik Ibu Suri, Dewi Dee Lestari.

Tapi aku tak peduli, aku senang menulis, dan menulis membuatku bahagia. Seperti saat ini, saat jari-jariku memijat keyboard warna hitam layaknya memainkan grandpiano.

Tulisanku sering kali berakhir tidak sempurna, karena hatiku yang sering kali berlari-lari dan membingungkan otakku. Pada akhirnya, tak pernah rampung, dibiarkan begitu saja, dan terlupakan.

Sampai sini dulu ya, Nus. Secepatnya aku akan bercerita lagi. Saat ini aku harus melakukan kegiatan yang membosankan demi mengisi pundi-pundi uang untuk hidup.

PS : Ada beberapa hal dan seseorang yang membuatku ingin terjun di sini, bersamamu. Apa dan siapanya akan kusebutkan suatu hari nanti.